Text
Buku Panduan Praktis Agribisnis Kelapa Sawit Rakyat Berwawasan Lingkungan
Pembangunan perkebunan kelapa sawit telah merubah kondisi daerah yang sebelumnya tertinggal/terisolir tumbuh dan berkembang menjadi pusat pusat perekonomian rakyat karena budidaya kelapa sawit bersifat padat karya yang membutuhkan tenaga kerja banyak sehingga secara tak langsung membuka lapangan kerja baru. Setiap hektar kebun kelapa sawit membutuhkan tenaga kerja 0,15-0,20 orang/ha norma standar perusahaan besar dan 0,4 orang/ha norma pada kebun petani pola PIR untuk pekerjaan pemeliharaan, panen, administrasi dan pengawas kerja sesuai jenis kegiatan dan rotasi setiap hari. Selain itu perkebunan kelapa sawit pola PIR berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani PIR plasma dan kemudian di antara mereka menambah luas kepemilikan lahan yang awalnya hanya 2 hektar berkembang menjadi puluhan hektar bahkan ada yang telah mencapai ratusan hektar dengan cara membeli dan membuka lahan baru (hutan) melalui pinjaman bank dengan jaminan sertifikat tanah kapling yang dua hektar tersebut dan angsuran kreditnya dibayar dari hasil penjualan tandan buah segar (TBS). Setelah lunas pinjam lagi untuk membeli lahan lagi. Begitulah cara memperluas lahan hingga menjadi puluhan atau ratusan hektar.
Tidak tersedia versi lain